Alih Subsidi dan Kartel Energi

Pemimpin Negara sudah selesai promosi dari luar negeri. Di sana, harga isi per barel menurun, alih-alih ia kembali dengan pidato alih subsidi.

Subisidi itu gizi tulang belakang ekonomi, jika tidak tepat maka sulit baginya untuk berdiri sejajar walau ditopang kartu sakti. Konversi ditujukan untuk sektor produksi, mulai malam ini selisih nilai bahan bakar ditulis di kertas dengan gambar Pangeran Antasari.

Energi merupakan barang mahal. Ia membentang luas dari akar hingga ke ujung kepala. Kurang 1 sen energi, maka produksi optimal jauh dari kenyataan. Kondisi itu, menarik perhatian kartel yang haus kekayaan. Praktiknya, mengeksploitasi minyak dan gas dari tanah air.

Kekuasaan adalah kenikmatan politik, ketamakan bersembunyi di dalamnya. Pengetahuan teknokrat atas kekayaan alam perlu pembuktian iman. Tetapi, lagi-lagi kehendak kesejahteraan rakyat dihadapkan dengan tantangan. Lembaga yang sah, bisa menjadi wadah yang menyuburkan praktik mafia migas, jika penyelenggaraannya tidak sesuai dengan tujuan konstitusi.

Analisis terhadap pola, dimensi struktural, juga potensi korupsi perlu ditelisik oleh penyidik untuk mengurai mafia di sektor migas. Tim ad hoc bertugas menata konstruksi permanen, untuk mendirikan ruang transparan dengan pintu inklusif yang mereduksi kelompok pemburu rente.

Pengaturan yang longgar perlu dikencangkan secara intensif dengan sabuk kebijakan terstruktur dalam setiap rantai nilai industri migas untuk menekan pemain “berperut buncit”. Hal ini, perlu diselenggarakan agar pemerintah mampu menerabas halangan untuk mencapai kedaulatan energi.

 Namun, rancangan tidak selalu sesuai dengan penerapan. Akan selalu ada, episode-episode aparat yang manut pada aktor bisnis politik. Dengan skenario terus membisiki jantung dan lebih terdengar menghalangi suara hati rakyat.

 

Penulis: @Wordplay_er (Sekretaris Jenderal @SOMAL65 Periode 2014-2015)

Foto: @Wordplay_er

GMS Family Nobar

10383483_10203612249806642_7193050113418228694_n

 

Setelah Sukses mengadakan roadshow film Mantan Terindah di Surabaya, anggota Gerakan Mahasiswa Surabaya nonton bareng bersama para pemain Film Mantan Terindah di XXI Ciputra World Surabaya.

Sebelum nonton bareng, ada meet and greet pemain Film Mantan Terindah.

1798541_10203611809395632_8629941333588588799_n

10686939_10203606281457437_5175979663666544688_n

Bagi yang belum nonton Film Mantan Terindah, buruan nonton.

Ceritanya bagus dan recomended.

 

Masa Pendidikan Dasar (MADIKSAR)

GMS Yo Iyo Rek !!!

Mahasiswa adalah representasi kepemudaan. Energi yang dimiliki pemuda, akan menjadi kekuatan yang menjajikan bila mendapatkan tempat yang akomodatif. Tidak harus menunggu nanti untuk menciptakan perubahan, karena di sanalah arti penting dari organisasi pemuda. Dengan semangat independensi dan kekeluargaan, kehadiran GMS return di antara beragam organisasi-komunitas di Surabaya, berusaha untuk mengakomodasi luapan energi pemuda dan menjadi tempat bagi pemimpin muda untuk berproses secara cerdas.

MADIKSAR “Masa Pendidikan Dasar” merupakan bentuk kegiatan penjaringan calon anggota GMS yang menjadi gerbang depan masuknya anggota baru GMS sebagai tindak lanjut komitmen atas deklarasi “GMS Returns” pada tahun 2009 dan kebutuhan untuk mempertahankan eksistensi organisasi dan semangat independen. MADIKSAR Tidak hanya menjadi pintu masuknya generasi penerus GMS, tapi juga menjadi arena munculnya pemimpin-pemimpin berkualitas di era kekinian.

Pelaksanaan MADIKSAR 2014
Hari/Tanggal : Sabtu-Minggu/22-23 November 2014
Lokasi : Wisma Sejahtera. Jl Ketintang Selatan No.77 SBY

Welcome Party Calon Anggota GMS 2014

IMG-20141104-WA0003_1
Welcome Party di ITS
IMG-20141104-WA0008_1
Welcome Party di UIN Sunan Ampel

 

GMS! Yo iyo rek!

Pekik itu terdengar lantang dan tegas saat welcome party di dua kampus di Surabaya, yaitu di ITS dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Beberapa waktu lalu, GMS mengadakan Welcome Party bagi Calon Anggota Gerakan Mahasiswa Surabaya 2014. Acara tersebut diadakan selama 2 hari di dua kampus berbeda, yaitu di ITS dan di UIN Sunan Ampel.

Welcome party menjadi ajang pertama kali bagi calon anggota (calang) untuk saling berkenalan dengan calang yang lain serta berkenalan dengan senior yang datang. Acara diisi dengan perkenalan para calang, penjelasan tentang GMS, Project- project GMS, Peran Pemuda bagi Indonesia dan di tutup dengan foto bersama.

 

JAS MERAH

“10 November 1945 – 10 November 2014”

 

Satu buah ungkapan menyatakan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormatidan menghargai jasa para pahlawannya -Ir.Soekarno

 

Hari ini 10 November 2014, Enam puluh sembilan tahun silam …..

Puncak peristiwa yang terjadi tepat pada tanggal 10 November 1945 perang pertama pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang merupakan pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia dan menjadi simbol nasional atas perlawanan Indonesia terhadap kolonialisme.

Indonesia yang masih belum sepenuhnya terbebas dari penjajahan. Kedatangan Belanda yang kali ini memboncengi sekutu Inggris mencoba kembali menguasai Indonesia dengan membombardir tanah Surabaya. Akan tetapi, rakyat Indonesia tak akan pernah menyerah begitu saja, justru perlawanan yang diberikan cukup sengit hingga pertumpahan darah taktergolekkan lagi meski setidaknya 6000-16.000 pejuang Indonesia gugur dalam peperangan dan ratusan ribu rakyat mengungsi.

Namun di balik semua itu, Sosok BUNG TOMO seorang pelopor muda yang berpengaruh besar di masyarakat kala itu, mampu menggerakkan dan membakar semangat juang arek-arek Suraboyo dalam mengusir penjajah hingga perlawanan terus berlanjut dan berhasil mempertahankan Surabaya sekaligus mempertahankan kemerdekaan yang telah di proklamirkan pada 17 Agustus 1945.

Peristiwa besar yang terjadi pada tanggal 10 November sampai saat ini peristiwa tersebut dikenal dan diperingati sebagai Hari Pahlawan, yang tak akan terhapus dalam memori ingatan kita. Sebagai generasi penerus perjuangan para pahlawan, momentum ini bukan hanya sekedar hadiah, melainkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah rela mengorbankan jiwa, raga dan hartanya demi memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan para pahlawan mengusir penjajah bagaikan mutiara yang tak akan pernah hilang makna dan sejarahnya. Meski berbekal beberapa pucuk senjata api dan selebihnya menggunakan bambu runcing, namun dengan gagah berani dan semangat yang membara sebatang bambu runcingpun bisa membuat perjuangan para pahlawan tak akan pernah gentar untuk melawan penjajah. Mereka rela bertempur mati-matian di medan perang meskipun nyawa adalah taruhannya.

 

Ungkapan Hari Pahlawan :

“Demi negeri kau korbankan waktumu demi bangsa rela kau taruhkan nyawamu, maut menghadang didepan kau bilang itu hiburan nampak raut wajahmu tak segelintir rasa takut semangat membara dijiwamu taklukkan mereka penghalang negeri hari-harimu diwarnai pembunuhan, pembantaian dihiasi bunga-bunga api mengalir sungai darah disekitarmu bahkan tak jarang mata air darah itu muncul dari tubuhmu namun tak dapat runtuhkan tebing semangat juangmu bambu runcing yang setia menemanimu kaki telanjang tak beralas.”

“10 November 45, arek-arek Suroboyo membuktikan kesetiaan kepada NKRI, menyumbang darah dan nyawa untuk kelangsungan hidup Indonesiaku, sudah selayaknya generasi sekarang membalas jasa pahlawan dengan berkarya nyata untuk kemajuan NKRI.”

 “Darahmu tumpah menyuburi tanah Pusaka, Jiwamu senantiasa mengawal tegaknya NKRI, Engkau pahlawanku, engkau kesumah negaraku.”

“Perjuangan melawan para penjajah memanglah sangat sulit namun perjuangan melawan bangsamu sendiri adalah hal yang lebih sulit.”

“Tanpa semangat, secanggih apapun senjata yang kamu pergunakan tidak ada apa-apanya tapi dengan semangat yang membara sebatang bambu runcing bisa membuat kita meraih kemerdekaan.”

“Jika rasa takut dan malu dalam kebaikan tidak hilangkan maka yakinlah bawa kemajuan hanyalah angan yang tidak akan menjadi kenyataan.”

“Ketika moral generasi masa depan hancur maka tunggulah kehancuran bangsa.”

“Percayalah akan potensi yang kalian miliki dan tanamkanlah rasa saling peduli untuk negeri yang kita cintai.”

“Berkacalah pada sejarah yang telah terukir indah dan berhentilah menatap masa depan dengan mata yang buta.”

“Lihatlah masa depan bangsa dengan cara melihat generasi masa depan.”

 

 

SELAMAT HARI PAHLAWAN

10 November 1945 – 10 November 2014

 

Profil Penulis :
Nama Lengkap : Adi Purwanto
Jabatan    : Ketua Umum BP GMS 2014- 2015

Kemaoean Arah Kerja

KAK - Piagam Kongres Pemuda

 

Menyusun kabinet tidak seperti memilah penempatan ragam pakaian. Perubahan nomenklatur kementerian baru, membutuhkan pertimbangan dewan.

Tarik ulur muncul di permukaan, senayan mengaku tidak main layangan. Pernyataan yang berubah-ubah waktu lalu, karena mekanisme kepemimpinan yang baru.

Rekomendasi PPATK dan KPK untuk memilih, tentu agar Presiden tidak keliru memetik buah hasil pupuk revolusi mental yang membuatnya tangguh, tidak lari dan tidak mental. Ia perlu berhati-hati tebang pilih calon anggota kabinetnya, karena sekali mengakar, butuh drama politik untuk mencabutnya.

Tiap kebijakan wajib permanen dan komprehensif sampai akhir tahun kelima berjalan. Susunan ini yang menjadi tonggak harapan bagi yang berharap kesejahteraan dan pemerataan.

Kini Kabinet Kerja telah dilantik. Bidak-bidak telah menempati titik yang telah diberi pemantik oleh pimpinan untuk memanaskan ruangan yang beku menunggu pengumuman.

Kemaritiman, potensi yang dimiliki nusantara kini menjadi program kerja utama yang diselenggarakan dengan mengusung konsep trisakti. Penyelenggaraan ini hanya dapat dijamin oleh kewenangan otonomi Presiden yang bernyali untuk membuang yang mati rasa, sekali pun mengaku kawan dan memperjuangkan yang berjiwa, sekali pun itu seorang lawan.

Lobi-lobi akan disajikan dalam kemasan yang terkesan sesuai dengan gagasan berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya. Dalam kondisi itu, Kabinet harus disiplin dan tunduk terhadap visi dan misi Presiden, dengan mengesampingkan titipan politik partainya, dan tentu memiliki kemauan untuk menegaskannya.

Kemaoean itu pernah diyakini oleh poetra dan poetri yang konsisten bekerja menuju satu arah dengan mengimplementasikan Sumpah yang diikrarkan, sehingga menjadi kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita persatuan Indonesia.

Dan kemauan itu patut menjadi model untuk kabinet yang akan bekerja, karena telah terbukti menjadi suksesi landasan untuk mewujudkan Republik di kepulauan yang demokratis ini. Kemauan yang akan menentukan arah kerja dan mampu mengisi harapan.

 

Penulis: @Wordplay_er (Sekretaris Jenderal @SOMAL65 Periode 2014-2015)

Foto: http://daengbattala.com/wp-content/uploads/2010/11/piagamkongeresoemuda.jpg

Almamater, Nusa dan Bangsa Loyalitasku