Bincang Santai GMS

revisi IMG-20140914-WA0016

 

Tau gak kalo tiap tahunnya ada banyak seleksi buat exchange keluar negeri? Pengen ikut program keluar negeri, tapi banyak kendala? atau Pengen tau caranya lolos event atau konferensi Internasional?

Yuk ikut acara Bincang Santai GMS
“Ke Luar Negeri? Bukan Lagi Mimpi”

Disini akan dibahas tentang apa aja program ke luar negeri, bagaimana tips dan trik ikut exchange ke luar negeri, apa aja yang perlu disiapkan sebelum keluar negeri, bagaimana cara agar lolos acara- acara Internasional dan masih banyak lagi.
Ayo ikutan, rugi kalo ketinggalan
GRATIS dan terbuka buat UMUM

Catat Waktunya!
Hari : Sabtu
Tanggal : 27 September 2014
Waktu : 09.00 – selesai
Tempat : Perpustakaan Kota Balai Pemuda Surabaya
Pembicara :

1. Dimas Januar P
Presiden AIESEC Surabaya
2. Rendy Aries Fajrin
ITS

Kalo mau ikutan, tinggal daftar silahkan klik http://bit.ly/BincangSantaiGMS

Open Recruitment Anggota Baru Gerakan Mahasiswa Surabaya

10551672_10202483603078236_855116749032187255_o

 

Bagi kalian yang mengaku mahasiswa independent dan berjiwa sosial!!

Kami merupakan wadah kalian dapat berkreasi. Dengan asaz kekeluargaan, bergerak di Kemasyarakatan dan Kemahasiswaan serta memiliki link yang luar biasa…

Daftarkan dirimu menjadi bagian dari Keluarga Besar GERAKAN MAHASISWA SURABAYA

Caranya Mudah, isi formulir ONLINE di

http://bit.ly/daftargms2014

Pendaftaran Paling Lambat 11 Oktober 2014
CP : 081 515 927 563, 089 650 255 154

SYARAT MENJADI ANGGOTA GMS :
1.Warga Negara Indonesia.
2.Memiliki ijazah Sekolah Lanjutan Atas.
3.Melanjutkan studi dan terdaftar pada Universitas/ Institut/ Akademi Negeri maupun Swasta di Surabaya.
4.Lulus menjalani Masa Pendidikan Dasar dan Masa Percobaan.
5.Taat pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.
Calon Anggota ialah mereka yang sedang menjalani Masa Percobaan.

 

Bincang Santai #2: Blogging is Fun, Blogging for Self Improvement

10622970_802652653120399_3157073626247544790_n

Bincang Santai is back! Setelah vakum untuk bulan Juli karena bulan puasa, Agustus ini akhirnya kembali dengan tema blogging. Acara ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 30 Agustus di Perpustakaan Kota Balai Pemuda Surabaya. Tepat pukul 9 pagi, satu per satu peserta mulai datang dengan buku catatan di tangan. Mengetahui antusiasme para peserta jelas bikin kita para panitia jadi semangat.IMG-20140903-WA0010

IMG-20140903-WA0012

Peserta asyik memperhatikan materi

Pemateri Bincang Santai edisi ini adalah Primadita Rahma, Jenderal region Surabaya dari komunitas blogger nasional, Kancut Keblenger. Para pesertanya sih kebanyakan blogger newbie, dan memang itulah sasaran utama dari tema ini. Kak Prima membuka dengan penyampaian yang santai, seperti menanyakan blog dengan frekuensi mereka mengisinya. Selanjutnya masuk ke materi yang mengupas manfaat menulis di blog dan membeberkan rahasia besar Raditya Dika serta seleb blog lainnya yang berpenghasilan gede dari blog.

Pada sesi tanya jawab, hampir semua peserta antusias bertanya. Pertanyaan yang mereka lontarkan memang sudah menjadi permasalahan umum mulai dari cara mengumpulkan ide atau inspirasi, cara mengisi blog dengan konten yang berkualitas, bahkan cara menanggapi komentar di blog yang isinya merendahkan si penulis.

Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat untuk Kak Prima dan foto bersama peserta dan anggota GMS. Untuk sie dokumentasi, lagi-lagi GMS harus sangat berterimakasih pada senior Heli yang mau meluangkan waktu untuk hadir dan membantu.

Penyerahan sertifikat oleh Senior Farisal

Penyerahan sertifikat oleh Senior Farisal

IMG-20140903-WA0008

Peserta Bincang Santai berfoto bersama usai acara

IMG-20140903-WA0011

Vivat GMS!

Dari Komunitas Mata Hati

matahati

Suatu hari GMS mendapat undangan untuk menghadiri acara Komunitas Mata Hati di East Rotunda, Grand City pukul 15. 30 WIB. Undangan ini memang diperuntukkan pada komunitas-komunitas pendidikan Surabaya. GMS yang meski bukan murni bergerak di bidang pendidikan, memiliki tiga departemen utama yang salah satunya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan membawahi Sekolah Pesisir. Anggota yang hadir untuk mewakili GMS antara lain senior Farisal, senior Harris, seniorita Deva dan seniorita Ika.

3

Seniorita Deva, Seniorita Ika, Senior Farisal

Acara ini ternyata merupakan kontes public speaking khusus bagi tuna netra yang diadakan oleh Komunitas Mata Hati. Para peserta yang naik pentas, berpidato mengenai pemikiran, opini, bahkan visi misi. Panitia acara juga terdiri atas relawan-relawan komunitas dan didukung oleh berbagai pihak media publikasi seperti Jawa Pos online dan Suara Surabaya.

Ajang seperti inilah yang harusnya mampu dimanfaatkan oleh aktivis GMS untuk networking, menjalin koneksi, serta bertukar pikiran dengan komunitas lain. Seperti yang dicontohkan senior Harris, ia tak hanya diam di tempat selama acara berlangsung.

Selanjutnya, seniorita Ika dan seniorita Deva tergerak untuk mewawancarai orang yang terlibat dengan acara. Mereka pun digiring kepada mas Dani, ketua acara Kontes Public Speaking yang merupakan Tuna Netra. Darinya bisa diketahui bahwa komunitas yang berdiri pada tahun 2000 ini bertujuan untuk menunjukkan eksistensi diri para penyandang disabilitas. Pada waktu itu kaum difabel hanyalah makhluk yang dipandang sebelah mata. Mereka selalu dijadikan objek, tinggal menuruti aturan-aturan yang ada. Selain itu, kaum ini lebih sering dikasihani daripada dinilai sisi profesionalitasnya. Atau malah tuna netra lebih dikaitkan dengan profesi tukang pijat. Padahal tuna netra sama halnya dengan orang normal lainnya, yang punya minat dan bakat di bidang lain. Contohnya mas Bagus, anggota komunitas Mata Hati yang piawai berpiano sekaligus murid dari Bubi Chen.

Terbentuknya komunitas Mata Hati yang merangkul kaum disabilitas, akan mengajak para difabel untuk proses memantaskan diri. Bahwa mereka juga mampu serta memiliki potensi di bidangnya sehingga orang lain akan lebih melihat pada kemampuan, bukan rasa kasihan. *Beberapa hal lebih lanjut dapat dicek di www.komunitasmatahati.com

Salah seorang peserta kontes yakni Adam Pratama Putra dari SMAN 8 Surabaya, mengaku ajang ini sangat keren karena mampu memberikan ruang apresiasi bagi penyandang disabilitas. Orang-orang dari kaum sepertinya sebenarnya pun punya hak suara dan ingin lebih didengar oleh publik. Baginya, kontes ini harusnya ada dan diadakan tiap tahun agar mampu merangkul lebih banyak lagi kaum difabel.

Kita sebagai orang yang dikaruniai jasmani dan rohani yang utuh dan sempurna hendaknya selalu bersyukur. Salah satu bentuknya adalah mempergunakan jasmani dan rohani untuk hal-hal yang bermanfaat. Alangkah baiknya bila kita mampu mendukung dan menyemangati mereka yang lahir di dunia ini dalam keadaan tak seberuntung kita. Percayalah, kita semua sama sebagai makhluk ciptaan di mata Tuhan. Teruslah berkarya dan memberi manfaat dengan apa yang telah Tuhan ciptakan kepada kita.

Salam kemanusiaan. Vivat!

The GMS Voice

The GMS Voice Tampil Perdana di Ulang Tahun Kebun Binatang Surabaya ke 98.
GMS (2)

Dalam acara tersebut, The GMS Voice menyanyikan lagu Surabaya dan Aku Melangkah Lagi. Penampilan tersebut mendapat apresiasi positif dari semua pengunjung.

Adanya The GMS Voice ini dicetuskan oleh Senior Peter dengan tujuan salah satu upaya membawa GMS ke ranah publik. Anggotanya merupakan gabungan dari senior ALB maupun angkatan GMS return. Hal ini sekaligus dapat merekatkan hubungan antar anggota muda dan angkatan luar biasa.

Mengapa GMS membentuk kelompok paduan suara The GMS Voice?
Karena filosofi dari paduan suara adalah teamwork. Dalam membawakan sebuah lagu, semua penyanyi harus terdengar suaranya, namun tidak boleh dominan. Ini bukanlah hal yang mudah. Diperlukan komitmen, kemampuan memimpin/dipimpin, pelayanan, kerja sama, keterbukaan, pengorbanan, dan intelektualitas.

Selain alasan dapat menciptakan team work antar anggota, melalui The GMS Voice, Gerakan Mahasiswa Surabaya ingin menyebarkan pesan positif melalui lagu. Dengan lagu, kita bisa menginspirasi, memberi kesan dan pesan untuk orang lain. Kita juga bisa berbagi melalui lagu.
Harapannya, The GMS Voice bisa memberikan inspirasi, menyebarkan pesan pesan positif bagi semua masyarakat Surabaya.

Bincang Santai Edisi #1: How to Choose the Right Leader for Indonesia

Poster Bincang Santai

Pada bulan Mei, masa jabatan BP GMS 2014-2015 resmi berlaku. Program kerja pun mulai disusun untuk memenuhi masa bakti satu periode. Salah satunya dari Departemen Sospolmed dengan program andalannya: Bincang Santai. Program ini merupakan kegiatan rutin per bulan dalam bentuk diskusi/takshow/sharing mengenai isu-isu hangat maupun segala hal serta informasi menarik dan bermanfaat.

Tema yang diusung Bincang Santai pada pukul 3 sore hari Jumat, 27 Juni 2014 mengenai polemik pemilu yang tiba pada 9 Juli. Meski pada waktu itu pemilu hanya tinggal menghitung hari, masih banyak orang yang bimbang dalam menentukan pilihan. Untuk mengantisipasi hal itu, Bincang Santai menghadirkan Rizkya Dwijayanti, mahasiswi Ilmu Politik Universitas Airlangga 2010.

Acara yang dihadiri oleh belasan peserta, dua di antaranya adalah rekan dari Senior Peter, bertempat di Kedai Koe, Jalan Darmokali 56 Surabaya. Dengan luwes, Rizkya membeberkan sejumlah masalah di Indonesia yang belum teratasi seperti pengangguran, persebaran penduduk yang tidak merata, rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, dan seterusnya. Baginya masalah tersebut harus segera diatasi oleh pemimpin baru.

Sejumlah opini keluar dari sebagian peserta. Seperti Pak Wibowo Purnamahadi yang seorang pustakawan, beliau berpendapat salah satu cara efektif bagi orang yang ingin mencalonkan diri ke ranah politik yakni dengan menerbitkan buku. Bukan dalam bentuk otobiografi/biografi, melainkan dengan selipan visi misi yang diusungnya.

Di penghujung acara, Rizkya memaparkan salah satu cara untuk mempertimbangkan calon pemimpin manakah yang punya kapabilitas tinggi. Meski Senior Peter menyatakan bahwa kebanyakan masyarakat memilih calon pemimpin dari hati dan naluri, tidak ada salahnya metode tersebut dilakukan.

10488123_774285595957105_7014705660740380051_n

Penyerahan souvenir oleh senior Peter J. Manoppo

10464127_774286052623726_3472031509355590803_n

Acara berakhir tepat pada pukul 5 sore. Nantikan Bincang Santai berikutnya, ya! Vivat GMS!